SAKIT HATIKU
Karya : Fhitratul illahi
Satu tahun sudah perasaan ini bersemayam didalam hatiku. namun tak sepercik rasamu kau lihatkan kepadaku. Bahkan tak pernah kau menyapaku, berbicara denganmu saja aku tak pernah. Mungkin dalam hatimu ada sesosok wanita yang beruntung.
Saat mendengar kabar buruk itu, eh bukan kabar baik bagimu. Hatiku hancur lebur. Perasaanku tak menentu. Sesak dalam dada, itu yang kurasakan. Namun kucoba untuk tersenyum. Ku coba bahagia walau hatiku menangis.
Wanita beruntung itu, tersenyum kepadaku. Padahal kami gak saling kenal. Betapa ramahnya wanita itu. wanita itu sangat baik untuk dia.wanita cantik dan pintar mungkin itu cewek idaman mu. Aku tak bisa menjadi seperti wanita itu.
Cinta memang tak bisa dipaksaan, kini kau telah bersama dia. Ku mohon seribu mohon agar kamu membahagiakannya. Jangan pernah kau gores hati gadis itu dengan pisau cintamu. Sakit rasanya sakit. Aku tak mau wanita lain juga merasakannya. Cukup aku sebagai wanita terakhir yang merasakan luka akibat goresan itu.
Dari saat ku dengar kabar buruk untukku itu, aku mencoba melupakanmu. Taukah kamu kalau aku menangis didalam kamarku?, mungkin kamu tak tau. Dia wanita yang sangat beruntung. Bisa tertawa, tersenyum, menangis bareng kamu. Mungkin ini saatnya kumulai cinta baru untuk orang yang baru. Tapi itu susah?, ku obati luka itu, namun ketika pikiranku mengingatmu dan wanita itu, sakit itu kembali lagi menghadang.
Kapan aku bebas dari belenggu cinta ini?, kapan aku terbebas dari kejamnya pertualangan cinta ini. Positif thinking, once a day, saya akan menemukan seorang lelaki yang mencintai saya apa adanya.
Ketika hembusan angin membawa namamu ke dalam telingaku, beserta kabar yang buruk, hatiku sakit mendengarnya. Namun disaat itu kucoba tertawa walau goresan luka itu berdarah kembali. Menangis dalam hati, itulah yang ku lakukan. Namun engkau tak henti hentinya mengumbar kemesraanmu bersamanya, bahkan didepanku. Kenapa setiap kali aku merasakan cinta, akhirnya cintaku terbang bersama cinta wanita lainnya?. Mungkin suatu saat nanti, yang berkuasa menyediakan jodoh yang sangat baik untukku.
Dulu, aku benci berharap. Namun sekarang aku berharap pada sesuatu yang menurutku mustahil untuk terwujud. Aku ingin cinta ini hilang, aku ingin pergi dari hidupnya. Aku tidak mau melihatmu disekolah, maupun dimanapun. Aku ingin mengurung diri dalam kelas. Aku tidak tega meyakiti hatiku sendiri. Cukup dengan kau umbar kemesraan didepan umum. Jangan kau lakukan lagi hal serupa. Hatiku sakit, apa kau mengetahui rasanya?, mungkin tidak. Karena engkau kini sedang merasakan kebahagiaan bersamanya. Rasa itu sangat sakit, bahkan aku tak mau merasakan perasaan ini lagi. Sekarang aku takut jatuh cinta, aku sangat takut jatuh cinta lagi. Dan aku berharap aku tak akan merasakan cinta ini hingga saatnya aku menemukan orang yang tepat.
Minggu, 24 Mei 2015
Rabu, 20 Mei 2015
Mencintai Tanpa Dicintai
Ku pikir rasa ini tak mungkin ku pertahankan. Bagaimana mungkin aku mengharapkan kekasih orang. Dia begitu sempurna, hendaknya dia mendapat pasangan yang sempurna pula, yaitu pacarnya. Apa yang harus kulakukan. Apa aku harus berteriak kalau aku mencintainya?, ah ku rasa tak mungkin, ku tak mau merusak hubungan mereka.
Ketika ku ingat peristiwa itu, hatiku sakit. Minggu itu adalah minggu yang paling burukku bagiku selama tahun 2015 ini. dan minggu itu mungkin minggu yang bahagia buat mereka. Ya tentu saja bahagia buat mereka tapi menyakitkan buatku. Ah, kenapa cemburu kepada mereka?, toh bukan siapa siapa dia?.
Mulai hari ini kucoba merelakan dia bersamanya. Kenapa susah sekali untuk merelakannya. Tapi ya sudahlah, biarlah perasaanku hilang siring berjalannya waktu. Mungkin dia tidak terbaik untukku. Dia terlalu sempurna untukku. Aku tak sepantasnya mendapatkan orang seperti dia.
Kenapa aku masih saja menulis tentang dirinya?. Apa aku masih mengharapkannya?. Entahlah, yang pasti kini ku merelakannya bersama dia. Aku tak ingin merusak kebahagiaannya, dia pantas untuk bahagia bersama pujaan hatinya.
Disaat aku yakin bahwa dialah cinta sejatiku, namun disaat itu pula aku mendengar kabar yang sangat menyakitkan. Tapi ya sudahlah, mungkin dia bukan cinta sejatiku. Mungkin hati ini hanya melepaskan penat sesaatnya saja. dan disaat penat ini hilang hati ini akan mengembara lagi tuk mencari hati yang mampu menerima aku apa adanya. Ya apa adanya.
Aku bukan seorang yang sempurna, aku hanya gadis biasa yang tak pintar namun guru selalu memberikan pujian itu. aku hanya gadis yang berkhayal untuk pergi ke paris. Aku tak sholeha dan juga tak jarang melanggar akidah agama, aku bukan seorang yang mudah untuk jatuh cinta. Namun dia, seorang yang sempurna, dan paling aku kagumin dia tak pernah lupa mengerjakan shalat. Subhanallah, mungkin itu yang membuatku mencintainya.
Aku menyadari bagimana mungkin dia bisa menyukaiku, aku tak mempunyai daya tarik sedikitpun. Entahlah, aku benci kepada sebagian lelaki namun, tidak padanya. Setiap hari, setiap jam, menit bahkan detik wajahnya, senyumnya, jalannya selalu saja melintas dipikiranku. Tapi bagaimana bisa aku mencintai seseorang yang suaranya tidak pernah aku dengar?, aneh memang, tapi aku menyukai itu.
Sampai saat ini hatiku tak bisa ku bohongi, aku masih susah untuk melupakannya. Aku masih mengharapkan setetes cinta darinya. Mungkin itu harapan yang kelabu, saat ku mendengar kabar itu. tapi sampai sekarang ini ini masih untuknnya.
Ketika ku ingat peristiwa itu, hatiku sakit. Minggu itu adalah minggu yang paling burukku bagiku selama tahun 2015 ini. dan minggu itu mungkin minggu yang bahagia buat mereka. Ya tentu saja bahagia buat mereka tapi menyakitkan buatku. Ah, kenapa cemburu kepada mereka?, toh bukan siapa siapa dia?.
Mulai hari ini kucoba merelakan dia bersamanya. Kenapa susah sekali untuk merelakannya. Tapi ya sudahlah, biarlah perasaanku hilang siring berjalannya waktu. Mungkin dia tidak terbaik untukku. Dia terlalu sempurna untukku. Aku tak sepantasnya mendapatkan orang seperti dia.
Kenapa aku masih saja menulis tentang dirinya?. Apa aku masih mengharapkannya?. Entahlah, yang pasti kini ku merelakannya bersama dia. Aku tak ingin merusak kebahagiaannya, dia pantas untuk bahagia bersama pujaan hatinya.
Disaat aku yakin bahwa dialah cinta sejatiku, namun disaat itu pula aku mendengar kabar yang sangat menyakitkan. Tapi ya sudahlah, mungkin dia bukan cinta sejatiku. Mungkin hati ini hanya melepaskan penat sesaatnya saja. dan disaat penat ini hilang hati ini akan mengembara lagi tuk mencari hati yang mampu menerima aku apa adanya. Ya apa adanya.
Aku bukan seorang yang sempurna, aku hanya gadis biasa yang tak pintar namun guru selalu memberikan pujian itu. aku hanya gadis yang berkhayal untuk pergi ke paris. Aku tak sholeha dan juga tak jarang melanggar akidah agama, aku bukan seorang yang mudah untuk jatuh cinta. Namun dia, seorang yang sempurna, dan paling aku kagumin dia tak pernah lupa mengerjakan shalat. Subhanallah, mungkin itu yang membuatku mencintainya.
Aku menyadari bagimana mungkin dia bisa menyukaiku, aku tak mempunyai daya tarik sedikitpun. Entahlah, aku benci kepada sebagian lelaki namun, tidak padanya. Setiap hari, setiap jam, menit bahkan detik wajahnya, senyumnya, jalannya selalu saja melintas dipikiranku. Tapi bagaimana bisa aku mencintai seseorang yang suaranya tidak pernah aku dengar?, aneh memang, tapi aku menyukai itu.
Sampai saat ini hatiku tak bisa ku bohongi, aku masih susah untuk melupakannya. Aku masih mengharapkan setetes cinta darinya. Mungkin itu harapan yang kelabu, saat ku mendengar kabar itu. tapi sampai sekarang ini ini masih untuknnya.
Senin, 18 Mei 2015
Maraknya Budaya Contek Mencontek Dikalangan Pelajar Indonesia
Saya sebagai pelajar Indonesia bingung dengan perilaku pelajar Indonesia. Zaman sekarang budaya contek mencontek semakin bebas dikalangan pelajar Indonesia. Dan yang lebih anehnya lagi tidak ada perasaan bersalah sedikitpun di wajahnya. Astafirullah….
Bagaimana mungkin seorang penerus bangsa telah membudidayakan sikap korupsi sejak dini. Nauzubillah. Saya sudah bayangkan betapa hancurnya Negara Indonesia dikemudian hari jika penerus bangsa terus terusan mencontek.
Tapi menurut saya mereka mencontek bukan salah mereka. Tapi didikan orangtua mereka yang salah. Ya mungkin orang tua mereka selalu memaksa agar nilai anak anaknya harus memuaskan. Itu sebanya mereka berani mencontek agar tidak dimarahi oleh orangtuanya.
Di sekolah saya, budaya mencontek ini menjadi trend. Setiap kali ada UH (Ujian Harian), rata rata teman satu kelas saya mencontek semua. Berbeda dengan teman saya yang satu ini, teman saya yang ini bertanya kepada orangtuanya. “bu, kalau nilai UH aku jelek bagaimana bu” ceritanya. “ya gak apa apa, tapi kamu harus rajin lagi belajar” begitu ceritanya padaku. Tetapi katanya dia benci dengan kata kata contek.
Menurut saya pemerintah harus lebih bijak lagi menanamkan sifat anti korupsi kepada pelajar Indonesia. Pak presiden jokowi, jikalau bapak membaca postingan ini, saya mohon kepada bapak agar bapak membuat undang undang tentang hukum contek mencontek. Bapak harus tegas kepada pelajar Indonesia yang berbuat akan hal itu. akan tetapi jika bapak tidak menyetujui psaran saya, mungkin mempunyai pendapat lain yang baik dari saran saya.
Tapi pada intinya, saya benci yang namanya contek mencontek. Dan saya ingin contek mencontek ini tidak ada lagi di Indonesia saya ingin penerus bangsa bebas dari korupsi. Dan slah satu cara agar mereka terbebas adalah membuat undang undang tentang mencontek, atau tidak sediakan polisi di sekolah sebanyak lima orang per local. Jadinya ketika UH tidak akan ada lagi yang mencontek.
Selasa, 12 Mei 2015
Mungkin Kamu Terlambat
Hari ini mungkin hari yang tidak menyenangkan. Ya tadi pagi aku bertemu sama sang pangeranku. Tapi dia seakan mengacuhkanku. Tanpa ada tegur sama diantara kami, dia berjalan menuju kelasnya.
Dalam hati aku merasa senang akan tetapi aku juga sedih. Sedih karena tak dihiraukannya. Tapi, itu juga salahku, salahku yang terkesan cuek kepadanya. Sudah beberapa bulan ini aku jatuh cinta kepadanya. Ini bukan cinta yang pertama dan juga bukan pada pandangan pertama.
Semenjak aku jatuh cinta padanya, selalu saja lembaran demi lembaran hatiku tergores oleh tinta sakit hati yang dibuat olehnya. Tidak hanya cueknya yang membuatku sakit hati, tapi ancaman dan gertakan dari orang yang menyukainya menghiasi hidupku setiap hari. Selain itu, tak segan ku mendengar cacian dan makian yang terdengar dari mulutnya untukku.
“kenapa dia cuek padaku?, kepada mereka, dia tidak cuek” pertanyaan itu selalu mengganjal dalam hatiku. aku tau dia tidak menyukaiku, dia tidak menyayangiku. Mungkin karena aku yang jelek, dan tak sepintar dirinya. Dia selalu menjadi juara pertama dikelasnya, bahkan disekolahan dia menjadi siswa teladan. Dia selalu mendapat juara umum disetiap semesternya.
Dia mempunyai pacar yang sangat cantik menurutku. Bahkan kepintaran pacarnya hampir bisa menyamai kepintaran dirinya. Mana mungkin Gio mencintaiku. Ya namanya adalah gio.
Tiap hari, hampir setipa cewek yang menyebut namanya. Mereka selalu menginginkan gio putus dengan pacarnya. Aku tak mengetahui nama pacarnya, dan aku juga gak mau tahu soal itu. tapi yang pasti, pacarnya cantik dan juga pintar.
Aku ingat ketika gio berkata tentangku kepada teman temannya, disaat aku lewat didepannya “Orang sok cantik lewat nih!” katanya pada teman temannya. Hatiku saat itu perih, malu juga menggerogoti batinku. Aku terus berjalan dengan cepat melewati tempat nongkrong dia dengan temannya. Sakit hatiku, tapi aku harus menerima kenyataan kalau dia tidak mencintaiku.
Pernah sekali, waktu aku lewat didepan kelasnya. Kebetulan dia duduk bersama teman temannya. Didepan kelasnya, dia dan teman temannya seperti membicarakanku. Dia dan temannya menatap sinis diriku, hatiku hancur melihat tatapannya.
Sekarang ku mencoba melupakannya. Tetapi, hatiku tak bisa ku bohongi. Wajahnya salalu terbayang olehku. Aku snagat mencintanya. Walaupun cinta tulusku dibalas olehnya dengan cacian dan makian.
Tidak punya perasaankah kau?, tapi biarlah semua berlalu. Walau hari hariku dikotori oleh lumpur sakit hati yang sangat panas. Kini aku harus sanggup melihat kemesraannya dengan pacanya. Kini aku harus sanggup menyatukan kepingan hatiku yang terpisah. Kini aku harus sanggup untu memilih dan memunguti kebahagiaanku yang telah dibuangnya. Dan kini aku harus sanggup untuk melupakannya.Itu semua telah ku coba, tapi aku tidak bisa dan sungguh aku tidak bisa. Bahkan tiap malam aku menangisinya, menangisi dia yang aku cintai.
Mungkin banyak temanku paginya bertanya “kenapa matamu bengkak sha?”. Tapi aku selalu menjawab “tadi pagi habis bantu mama ngiris bawang”. Jawaban yang aneh menurutku. Padahal aku tidka pernah ngiris bawang. Semuannya dikerjakan oleh pembantuku.
Kalau gak salah hari itu hari rabu, aku dengar dia putus dengan pacarnya. “eh, sha tau gak kabar tebaru, gio dan shena putus” kata seorang temanku. Itu pertama kalinya aku mengetahui nama pacarnya. Hatiku sangat senang mendengar kabar itu.
Tapi bagaimana dengan Gio?, kulihat dirinya dari kejauhan, tampak sedih dalam keburaman cintanya. Ingin ku mencoba untuk mendekatinya, tapi aku ak bisa. Aku takut dia meluncurkan cacian dan makiannya untukku. Memang miris kisah cintaku.
Kini aku sendiri, dan dia juga sendiri. Kini aku sepi, dia juga merasakannya. Ingin rasanya ku menghampirinya, tapi aku takut dengan cacian dan makiannya.Sekarang aku mencoba melupakannya. Dan hari ini adalah hari terakhirku melihatnya, karena kuharus pergi keluar kota untuk sementara waktu.
Bye gio
******
Aku tidak menyangka, disaat aku sudah bahagia dengan kehidupan baruku, gio datang lagi. Kali ini disekolah yang berbeda, didaerah yang berbeda pula.
Kini gio seklas denganku, dia kini tampak lebih pendiam. Aku tak berani menyapanya. Kini aku tak merasakan perasaan yang dulu membuatku menderita. Sekarang ku cuek dengan kehadirannya.
Dia, kini menjadi sosok gio yang berbeda, gio yang pendiam. Gio yang suka menyendiri. Pada suatu hari kalau gak salah hari itu hari selasa, dia memanggilku, disaat itu aku sedang duduk ditaman bersama teman temanku.
“sha, kamu masih suka sama aku”. Entah setan apa yang merasuki dirinya hingga dia berkata seperti itu. “ emang kenapa?” aku heran. “aku cinta kamu, maaf dulu aku mengejekmu. Aku melakukan itu karena aku mencintai kamu. Aku sengaja memutuskan shena karena kamu. Aku sayang sama kamu sha” katanya kepadaku.
Aku tak tahu jawabannya, yang pasti perasaan itu sekrang tak ada lagi.” Tapi bagaimana dengan kamu yang cuek kepadaku? Bagaimana dengan kamu yang selalu mencaciku dulu? Bagaimana dengan kamu dan temanmu yang selalu membicarakanku? Bagaimana denganmu yangs elalu jutek denganku?, dan yang terakhir kenapa kamu terlihat murung dan selalu melamun ketika putus dengan shena?” Tanya beruntunku padanya.
“kalau soal itu, aku akan jawab. Ketahuilah, ketika kamu mendahuluiku, aku selalu memperhatikan kamu, aku menatapmu. Aku hafal dengan cara jalanmu. Aku selalu mencacimu karena aku ingin selalu didekatmu, hanya itu yang bisa mendekatku denganmu. Aku membicarakanmu karena aku sayng kamu. Aku bialng pada temanku, bahwa kau mencintaimu. Aku sayang sama kamu. Aku bilang bahwa kamu ada dihatiku. Aku murung, aku merenung karena aku bingung bagaimana cara menyatakan perasaanku padamu”. Dia menangis di hadapanku, tapu aku hanya menjawab “aku telah melupakanmu”.
karangan : Fhitratul illahi
Dalam hati aku merasa senang akan tetapi aku juga sedih. Sedih karena tak dihiraukannya. Tapi, itu juga salahku, salahku yang terkesan cuek kepadanya. Sudah beberapa bulan ini aku jatuh cinta kepadanya. Ini bukan cinta yang pertama dan juga bukan pada pandangan pertama.
Semenjak aku jatuh cinta padanya, selalu saja lembaran demi lembaran hatiku tergores oleh tinta sakit hati yang dibuat olehnya. Tidak hanya cueknya yang membuatku sakit hati, tapi ancaman dan gertakan dari orang yang menyukainya menghiasi hidupku setiap hari. Selain itu, tak segan ku mendengar cacian dan makian yang terdengar dari mulutnya untukku.
“kenapa dia cuek padaku?, kepada mereka, dia tidak cuek” pertanyaan itu selalu mengganjal dalam hatiku. aku tau dia tidak menyukaiku, dia tidak menyayangiku. Mungkin karena aku yang jelek, dan tak sepintar dirinya. Dia selalu menjadi juara pertama dikelasnya, bahkan disekolahan dia menjadi siswa teladan. Dia selalu mendapat juara umum disetiap semesternya.
Dia mempunyai pacar yang sangat cantik menurutku. Bahkan kepintaran pacarnya hampir bisa menyamai kepintaran dirinya. Mana mungkin Gio mencintaiku. Ya namanya adalah gio.
Tiap hari, hampir setipa cewek yang menyebut namanya. Mereka selalu menginginkan gio putus dengan pacarnya. Aku tak mengetahui nama pacarnya, dan aku juga gak mau tahu soal itu. tapi yang pasti, pacarnya cantik dan juga pintar.
Aku ingat ketika gio berkata tentangku kepada teman temannya, disaat aku lewat didepannya “Orang sok cantik lewat nih!” katanya pada teman temannya. Hatiku saat itu perih, malu juga menggerogoti batinku. Aku terus berjalan dengan cepat melewati tempat nongkrong dia dengan temannya. Sakit hatiku, tapi aku harus menerima kenyataan kalau dia tidak mencintaiku.
Pernah sekali, waktu aku lewat didepan kelasnya. Kebetulan dia duduk bersama teman temannya. Didepan kelasnya, dia dan teman temannya seperti membicarakanku. Dia dan temannya menatap sinis diriku, hatiku hancur melihat tatapannya.
Sekarang ku mencoba melupakannya. Tetapi, hatiku tak bisa ku bohongi. Wajahnya salalu terbayang olehku. Aku snagat mencintanya. Walaupun cinta tulusku dibalas olehnya dengan cacian dan makian.
Tidak punya perasaankah kau?, tapi biarlah semua berlalu. Walau hari hariku dikotori oleh lumpur sakit hati yang sangat panas. Kini aku harus sanggup melihat kemesraannya dengan pacanya. Kini aku harus sanggup menyatukan kepingan hatiku yang terpisah. Kini aku harus sanggup untu memilih dan memunguti kebahagiaanku yang telah dibuangnya. Dan kini aku harus sanggup untuk melupakannya.Itu semua telah ku coba, tapi aku tidak bisa dan sungguh aku tidak bisa. Bahkan tiap malam aku menangisinya, menangisi dia yang aku cintai.
Mungkin banyak temanku paginya bertanya “kenapa matamu bengkak sha?”. Tapi aku selalu menjawab “tadi pagi habis bantu mama ngiris bawang”. Jawaban yang aneh menurutku. Padahal aku tidka pernah ngiris bawang. Semuannya dikerjakan oleh pembantuku.
Kalau gak salah hari itu hari rabu, aku dengar dia putus dengan pacarnya. “eh, sha tau gak kabar tebaru, gio dan shena putus” kata seorang temanku. Itu pertama kalinya aku mengetahui nama pacarnya. Hatiku sangat senang mendengar kabar itu.
Tapi bagaimana dengan Gio?, kulihat dirinya dari kejauhan, tampak sedih dalam keburaman cintanya. Ingin ku mencoba untuk mendekatinya, tapi aku ak bisa. Aku takut dia meluncurkan cacian dan makiannya untukku. Memang miris kisah cintaku.
Kini aku sendiri, dan dia juga sendiri. Kini aku sepi, dia juga merasakannya. Ingin rasanya ku menghampirinya, tapi aku takut dengan cacian dan makiannya.Sekarang aku mencoba melupakannya. Dan hari ini adalah hari terakhirku melihatnya, karena kuharus pergi keluar kota untuk sementara waktu.
Bye gio
******
Aku tidak menyangka, disaat aku sudah bahagia dengan kehidupan baruku, gio datang lagi. Kali ini disekolah yang berbeda, didaerah yang berbeda pula.
Kini gio seklas denganku, dia kini tampak lebih pendiam. Aku tak berani menyapanya. Kini aku tak merasakan perasaan yang dulu membuatku menderita. Sekarang ku cuek dengan kehadirannya.
Dia, kini menjadi sosok gio yang berbeda, gio yang pendiam. Gio yang suka menyendiri. Pada suatu hari kalau gak salah hari itu hari selasa, dia memanggilku, disaat itu aku sedang duduk ditaman bersama teman temanku.
“sha, kamu masih suka sama aku”. Entah setan apa yang merasuki dirinya hingga dia berkata seperti itu. “ emang kenapa?” aku heran. “aku cinta kamu, maaf dulu aku mengejekmu. Aku melakukan itu karena aku mencintai kamu. Aku sengaja memutuskan shena karena kamu. Aku sayang sama kamu sha” katanya kepadaku.
Aku tak tahu jawabannya, yang pasti perasaan itu sekrang tak ada lagi.” Tapi bagaimana dengan kamu yang cuek kepadaku? Bagaimana dengan kamu yang selalu mencaciku dulu? Bagaimana dengan kamu dan temanmu yang selalu membicarakanku? Bagaimana denganmu yangs elalu jutek denganku?, dan yang terakhir kenapa kamu terlihat murung dan selalu melamun ketika putus dengan shena?” Tanya beruntunku padanya.
“kalau soal itu, aku akan jawab. Ketahuilah, ketika kamu mendahuluiku, aku selalu memperhatikan kamu, aku menatapmu. Aku hafal dengan cara jalanmu. Aku selalu mencacimu karena aku ingin selalu didekatmu, hanya itu yang bisa mendekatku denganmu. Aku membicarakanmu karena aku sayng kamu. Aku bialng pada temanku, bahwa kau mencintaimu. Aku sayang sama kamu. Aku bilang bahwa kamu ada dihatiku. Aku murung, aku merenung karena aku bingung bagaimana cara menyatakan perasaanku padamu”. Dia menangis di hadapanku, tapu aku hanya menjawab “aku telah melupakanmu”.
karangan : Fhitratul illahi
Selasa, 05 Mei 2015
AKU BENCI SEMUA
AKU BENCI
SEMUA
Aku benci dengan gemercik air yang terdengar
Aku benci nyanyian jangkrik yang menghimbau
Aku benci dengan kelam yang menyelimuti
Aku benci dengan kabut yang mengintai
Aku benci semua
Ingin ku berteriak
sepanjang laut bebas
Tapi, laut pun enggan
mendengarkannya
Pasir pun muak lalu pergi bersama
laut
Aku benci semua
Enyahlah kau sepi
Pergilah kau kelam
Dan jangan kau dekati ku sunyi
Aku benci semua
Aku ingin terang
Aku ingin mentari sang
penghangat
Aku ingin pelangi yang
mewarnai
Namun, mengapa kau sepi?
Mengapa kelam yang menemani ku?
Dan sunyi yang setia?
Mengapa semua tak adil
Aku benci semua ini.
JATUH CINTA
JATUH CINTA
Hujan malam ini menambah merdu
Setiap hentakan jantungku
Buih buih nafasku terpaku namamu
putaran putaran bayanganmu selalu
menghantuiku
ah, rasa apa ini?
Cinta, mungkinkah aku
mencintai kamu
Setiap ayunan kakiku
Selalu tertuju padamu
Setiap mataku menyapu
Terangkut wajahmu
Ah, rasa ini membuatku
bingung?
Apa ini yang kata orang
cinta?
Jemari jemari kecilku
Mengayun indah terpadu
Menulis indah namamu
Berharap cinta menyatu
Ah, rasa yang sama,
Apa kau kembali?
Pensilku kembali menari disitu
Dibuku usang tempatku dulu menulis namamu
Kabut dan kusam menggerutu
Menyorak tanda tak senang kepadaku
Kutiup dengan hati yang menggebu
Tak sabar membaca tulisanku dulu
Terukir indah namamu disitu
Tempat curahan ketika ku merindu
Ah, perasaan ini
membuatku gila?
Apa kau juga sama?
jemariku menari lagi disitu
menulis puisi indah untukmu
seakan pensilku tau isi hatiku
tanpa hambatan goresan indah tercipta disitu
membuat tarpana hatiku
tapi tak bisa ku lepas bayanganmu
kau pegang erat erat memoriku
ah, apa ini yang
dikatakan jatuh hati?
Aku cinta kamu?
AKU BENCI RASA INI
AKU BENCI
RASA INI
Ketika benih itu tumbuh dalam jiwa
Mengakar didalam hati terdalam
Namun aku tak sanggup dengan semuanya
Engkau seakan tuli dan aku benci itu
Apa akar itu tak pernah
tumbuh dihatimu?
Atau apakah hatimu itu
tandus?
Ah, lahan kritis itu
pelajaranku
Atau benih itu layu
didalam hatimu
Yang pasti kamu tak akan pernah tau
Ketika rasa itu terus tumbuh
Lalu berbuah dan berbunga
Disaat itupun rasa sakit menghimbau
Disaat itupun benci memaksa
Aku harus pergi dan percuma menanam
Di hati tandus dan dingin seperti kau
Tidak bisakah kau tak menyakitiku?
Walau secepat kilat
menyambar saja,
Sepelan angin berhembus
Dan sederas air
mengalir
Ketika bumi merindukan bulan
Hanya matahari yang setia
Ketika hujan merindukan kilat
Hanya petir yang terdengar
Pohon dihati ini mulai
gugur
Bunganya mulai jatuh
Buahnya mulai layu
Dan disaat itu aku
benci rasa ini
Rasa yang tak ku
inginkan
Ingin ku menghempaskan penatku ditepi laut
Ingin ku mengubur sakit ini di pasir pantai
Tapi kelam menyelimuti mata ini
Dan akhirnya semua tak terlihat
Rasa ini tumbuh dengan akar yang kuat
Tanpa ada tangan tangan jahat
Yang berani membabat
Tidakkah kau lihat itu?
Tidakkah kau perhatikan
gelagatku?
Aku benci semua ini
Aku benci rasa ini
Engkau tak pernah peka
Peka terhadap hujan yang menitik
Peka terhadap setetes air yang mengalir
Tapi itu lah kau, kau adalah kau
Dan kau beda dari mereka
Aku benci kau dan perasaan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
